1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

STIKes Santo Borromeus dalam "Lebaran Komunitas" Sekolah Semesta Hati (SSH)

Dalam rangka mengembangjan jejaring dengan berbagai komunitas, STIKes Santo Borromeus menyambut baik ajakan Sekolah Semesta Hati (SSH) melalui kegiatan bertema LEBARAN KOMUNITAS, yang diselenggarakan oleh Sekolah Semesta Hati (SSH) di Kabychi Jl. Kol. Masturi 80 Cimahi Jawa Barat. Acara yang dipimpin oleh Kang Dyar dan pak Widdi Riana dilangsungkan pada Sabtu, 10 Februari 2018 ini.       

Sekolah Semesta Hati (SSH) yang bernaung di bawah Yayasan Bani Hasyim Rahayu ini menyelenggarakan event edu-echo wisata; tumbuh bsm, bersimbiosa dan Literasi Komunitas. Demikian kata Ketua penyelenggara Kang Diar seraya  mengenalkan budaya sosial, event kreatifitas, Literasi komunitas bsm anak-anak, simbiosis komunitas bsm anak-anak, melalui kegiatan-kegiatan fisik seperti hiking, menggambar, dongeng kriya, berkreasi dg janur,  ekologi family gardening

STIKes Santo Borromeus selain berjejaring juga bersiaga sebagai petugas P3K dengan membawa  perlengkapan alat kesehatan, obat emergency, sebagai pendampingan hiking bagi anak-anak termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus (BK). STIKes Santo Borromeus yang beralamat di Kota Baru Parahyangan Kav.8 Blok 8 No.1 Padalarang juga ikut meramaikan acara dengan menyediakan beberapa permainan seperti pemancingan ikan dan mencari telur hias. Pemancingan ikan ini ditujukan  bagi anak-anak dengan menggunakan materi reused (spanduk bekas), dan plastik-plastik recyle yang biasa disebutecobrick (plastik2 bekas yg dimasukkan dlm botol bekas). Kolam pemancingan ikan dihiasi dengan beberapa tanaman hias, bunga teratai, bebatuan, dan lainnya yang membuat kolam buatan dari bahan bekas ini terlihat asri dan menarik. Pancing yang dibuat oleh mahasiswa S-1 Keperawatan STIKes Santo Borromeus berbahan bambu bekas yg dipotong, diberi tali dan potongan gelas plastik bekas. Anak-anak terlihat begitu ceria dan bersorak kegirangan seraya bertepuk tangan dan tertawa gelak manakala pancing mereka berhasil menangkap seekor ikan dari lebih darii 200 ekor yang disediakan.  Anak-anak yg datang ke lokasi pemancingan ini bukan hanya anak BK, tetapi juga berasal dari masyarakat sekitar lokasi dan pengunjung lainnya yang datang dari berbagai komunitas sahabat semesta.

Selain pemancingan ikan, STIKes Santo Borromeus juga menyuguhkan permainan sembunyi telor hias. Telur ayam dan telur burung puyuh dihiasi dengan stiker lucu yang berjumlah 100 lebih disembunyikan diantara pepohonan, pot bunga, tanaman di sekitar lokasi pemancingan dan tenda P3K STIKes Santo Borromeus. Lucunya...sebelum acara dibuka secara resmi oleh panitia, anak-anak sudah tidak sabar untuk mancing dan mencari telur hias. Beberapa anak bahkan sampai kewalahan karena kedua tangannya terlalu kecil untuk menyangga telur-telur yang telah mereka temukan.



Adanya permainan ini adalah selain ditujukan untuk berbagi sukacita dalam kesederhanaan, jaga pembelajaran bagi anak-anak agar mampu bersosialisasi dengan sesama, berkenalan satu dengan yang lainnya dan menyatu dengan alam (air, ikan, tanaman, kompos, pemilahan sampah, pemanfaatan sampah). Setelah bermain, dilanjutkan dengan hiking. Hiking dilakukan secara berkelompok sesuai dengan pendaftaran kelompok sebelumnya.  Pak Widdi selaku petugas yang bertanggungjawab pada hiking ini memberikan pengarahan dan memimpin pemanasan bagi setiap peserta. Medan hiking yang akan dilalui diawali dengan menyusur sawah dan kali kecil sambil belajar bersama alam. Pak Widdi yang beserta 4 orang mahasiswa dan 2 orang dosen STIKes Santo Borromeus bersama-sama peserta hiking dengan tidak lupa membawa perlengkapan kesehatan dan P3K. Hal menariknya adalah selepas mereka melakukanhiking, sebagian besar kembali ke permainan pemancingan ikan. Sungguh pemancingan ikan adalah permainan favorit kala itu.

Sementara kelompok kegiatan lain, mereka melakukan kegiatan menggambar, bermain tanah liat, senam yoga, membuat janur, mendongeng, dan beberapa kegiatan lain sambil bergembira. Acara berjoget ria baik anak-anak, ibu-ibu,mahasiswa dan dosen pun berlangsung dengan seru dan diselingi dengan pertanyaan/kuis berhadiah yg telah disediakan oleh panitia.

Kemudian peserta diberi mini workshop oleh Kang Galih dan kak Vania dari komunitas 1000 kebun bertajuk “Family Gardening”. Peserta sangat antusias dan masing2 hasil worshop nya berupa pembibitan rosella dlm kompos pot kecil boleh dibawa pulang. Dua anak SD (Athan dan Vita, anak dari dosen STIKes Santo Borromeus) aktif mengikuti bbrp kegiatan dan dengan bangga berteriak kepada saya... "horeeee suster...saya bisa menanam ...ini hasilnya dalam pot kecil".

Ceria dan bahagiamu tidak hanya oleh dan kepada sesame, tetapi juga oleh dan kepada alam.

Sr. Theresina CB

Dosen Keperawatan STIKes Santo Borromeus