1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

“Seminar Besar Keperawatan: Kiat Sukses Menjadi Perawat Entrepreneur, Be Your Own Boss”

Hotel Grand Tjokro Bandung, 10 Februari 2018.

Seminar Besar Keperawatan Kiat Sukses Menjadi Perawat Entrepreneur dengan judul “Be your Own Boss”  telah dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2018. Seminar ini diselenggarakan oleh mahasiswa program khusus tingkat II STIKes Santo Borromeus Bandung. Acara ini bertempat di Hotel Grand Tjokro Bandung dan dimulai pukul 08.30 WIB. Seminar dibuka dengan sebuah tari klasik kemudian disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PPNI.

Seminar ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan karir keperawatan tidak hanya dalam rumah saki tsaja namun bias berkarya di luar rumah sakit seperti yang telah dicontohkan oleh para nara sumber. Seminar kali ini diharapkan dapat membuka wawasan para perawa tuntuk memandang sebuah fenomena yang ada meja disebuah peluang bisnis yang dapat dikembangkan. Ada 4 nara sumber yang diundang dalam seminar kali ini yaitu Drs. H. Oman Fathurrohman, S.Ag., M.Pd (Ketua Departemen Hukum dan Pemberdayaan Politik Dewan PPNI Pusat), Iyus Yosep, SKp., Msi., Msc. (Dosen Keperawatan Jiwa Universitas Padjajaran dan General Manager CV. Rifa Corporation), Marina Ruran, S.Kep., Ns. M.Kep., RN, WOC (ET) N (Co Coordinator InETNEP dan Director of Blessing Care Sangatta) dan Tri Hartanti Rica Pratiwi, Amd.Kep (Mahasiswi STIKes Santo Borromeus)

Narasumber pertama ialah Bapak Iyus Yosep, SKp.,Msi.,MSc yang membawakan materi mengenai “Kiat Sukses Menjadi Perawat Entrepreneur di Era Globa”. Bapak Iyus menjelaskan bahwa semakin hari semakin banyak fenomena yang terjadi maka dari itu beliau menghimbau jangan memandang itu sebagai satu persoalan tapi perawat harus memandangnya sebagai peluang bisnis. Peluang menjadi Entrepreneur pun bias kita dapatkan dari hobi yang kita tekuni saa tini. Bapak Iyus juga menyampaikan bagaimana pengalaman beliau dari awal membuka usaha hingga kini menjadi seorang investor di sebuah bank ternama di Bandung. Ada 3 hal yang harus diingat untuk menjadi seorang perawat entrepreneur yaitu harus sabar, pantang menyerah dan tidak boleh kaku (fleksibel).

Materi kedua disampaikan oleh dengan judul “Aspek Legal Praktik Mandiri”. Pada awal penyampaian materi Bapak Oman mengutarakan bahwa saat ini banyak terjadi kasus yang menjerat para perawat di Indonesia, untuk menghindari terjadinya kasus-kasus tersebut perawat harus memahami aspek legal dan etik dalam praktik keperawatan untuk mengembangkan diri. Beliau juga menyampaikan pentingnya perawat harus memahami aturan hukum yang berlaku seperti UU Keperawatan No. 38 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa perawa tsebagai sebuah bentuk profesi dilindungi oleh negara, akan tetapi perlu juga diingat bahwa setiap pendokumentasian tindakan keperawatan sangatlah penting sebagai dasar landasan hukum. Membuka sebuah praktik mandiri hendaknyadiimbangi dengan kepintaran dan keterampilan, tak hanya itu tapi harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan, beliau menyampaikan lebih baik dalam membuka praktik keperawatan ini dilakukan secara bersama-sama oleh rekan sejawat.

Nara sumber yang ketiga ialah Sdri. Tri Hartanti Rica Pratiwi, AMd. Kep. Dengan judul “Menangkap Peluang dan Ide” disini ia mengutarakan bahwa peluang dan ide bias didapatkan dari pemikiran yang kreatif. Ide sendiri bias dikembangkan melalui kenali kebutuhan, perbaiki produk yang sudah ada, kombinasi produk, sadar akan segala sesuatu, kenali kencenderungan, membrikan nama, dan pertanyakan asumsi pada konsumen. Selain itu peluang juga bias kita dapatkan melalui kejelian menangkap peluang baru, tidak takut gonta ganti bisnis dan menangkap peluang dari bisnis orang lain sehingga bisa kita kembangkan.

Materi keempat disampaikan oleh Ibu Marina Ruran, S.Kep.Ns,M.Kep,RN,WOC (ET) N dengan judul “Globalisa di Dalam Keperawatan”. Penyampaian materi dibuka dengan pemutaran video motivasi mengenai bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai segala sesuatu. Ibu Marina Ruran mengatakan bahwa inspirasi berwirausaha bias kita dapat dari latar belakang pendidikan, pengalaman hobi dan lingkungan. Ruang lingkup keperawatan yang dapat digunakan sebagai berwirausaha contohnya seperti perawatan luka, stoma, inkotinensia, pediatric, gerontik dsb. Ibu Marina Ruran membagi 8 kunci sukses dalam berwirausaha yaitu Passion, kerja, fokus, motivasi, ide, pengembangan diri, melayani dan tekun.

Peserta seminar tertib dan aktif dalam mengikuti seminar terbukti dengan antusiasnya peserta untuk bertanya kepada para nara sumber yang ada. Seminar Besar Keperawatan Kiat Sukses Menjadi Perawat Entrepreneur ditutup dengan penampilan dari bintang tamu Koko and Friends. Seminar berakhir pada pukul 15.30 WIB. Banyak kesan yang didapatkan dengan seminar ini selain menambah pengalaman mengenai perawat entrepreneur juga menambah pengalaman dalam berorganisasi.

-(Nadia Diva Devina)