1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Pencerahan Bagi STIKes Santo Borromeus dari LLDIKTI Wilayah IV Jabar Banten

Pada hari ini, Kamis, 25 April 2019 STIKes Santo Borromeus mendapatkan kunjungan dari Prof. Dr. Uman Suherman AS.,M.Pd. yang menyampaikan beberapa hal terkait pengelolaan dan pengembangan pembelajaran internal dan pengelolaan institusi di STIKes Santo Borromeus. Kehadiran Kepala LLDIKTI wilayah 4 Jawa Barat dan Banten ini disambut hangat oleh Yayasan Pendidikan Kesehatan Borromeus (YPKB),  Ketua dan Pembantu Ketua STIKes Santo Borromeus, pimpinan program studi, staf pendidik dan staf kependidikan STIKes Santo Borromeus.

Prof. Dr. Uman Suherman AS.,M.Pd., menitik beratkan pada pentingnya akreditasi yang dilakukan oleh BAN PT yaitu APT dan LAM PTKes untuk institusi pendidikan dan program studi yang ada di institusi pendidikan tersebut. Menurut beliau STIKes Santo Borromeus sudah baik karena sudah melakukan akreditasi perguruan tinggi dengan nilai B, akreditasi LAM PTKes untuk prodi D3 Keperawatan dengan nilai A, dan nilai B untuk program studi S1 Keperawatan&Ners dan prodi D3 Perekam dan Informasi Kesehatan. Untuk program studi D3 Farmasi sudah bagus, karena sudah berani untuk melakukan akreditasi meskipun baru 2 tahun melaksanakan pembelajaran akademik dan mendapatkan nilai C. Tentu saja hal ini akan terus ditingkatkan lagi untuk mendapatkan yang terbaik lagi.

Prof. Dr. Uman Suherman AS.,M.Pd., memaparkan bahwa saat ini jumlah Perguruan Tinggi Swasta yang ada di wilayah 4, Jawa Barat dan Banten sejumlah 486 buah. Dari seluruhnya, yang telah terakreditasi  A ada 5 pts, terakreditasi B ada 100 pts (termasuk STIKes Santo Borromeus) dan terakreditasi C 155 pts. Dengan demikian masih ada 226 pts yang belum akreditasi APT. Ini adalah tugas besar LLDIKTI wilayah 4 Jawa Barat dan Banten untuk terus mengawal institusi pendidikan tinggi swasta yang blm melakukan akreditasi APT.

Pertemuan yang dilangsungkan di kampus STIKes Santo Borromeus yang berada di Kota Baru Parahyangan Padalarang ini mengingatkan kembali setiap staf pendidik untuk tetap melakukan tridarma perguruan tinggi. Yang perlu menjadi catatan dalam pengabdian masyarakat bahwa tenaga pendidik tidak boleh ikut dalam pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa, akan tetapi mahasiswa harus ikut serta dalam pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tenaga pendidik.

Sungguh pertemuan ini memberikan pencerahan bagi civitas STIKes Santo Borromeus untuk dapat mempersiapkan diri dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi setia mahasiswa dan layanan kesehatan yang prima bagi masyarakat pada umumnya.

-Ns. Elizabeth Ari Setyarini, S.Kep., M.Kes.AIFO (Ketua STIKes Santo Borromeus)