1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

Articles

'Power bank dari limbah', Karya inovasi pada Dies Natalis ke-65 th Stikes Santo Borromeus.

Karya inovasi ini merupakan hasil karya anak-anak SMAN 1 Cipendeuy disampaikan oleh  tiga orang siswa kelas XII. Idenya berawal saat salah satu teman mereka yang kehabisan baterai handphone dan tidak ada colokan listrik di kelas. Kemudian mereka mulai berfikir bagaimana untuk membuat baterai handphone dari bahan-bahan bekas atau kita sebut limbah dengan melihat banyaknya limbah kulit jeruk di kantin untuk dijadikan sesuatu yang bermanfaat. Limbah-limbah tersebut kemudian dicari  kandungan zatnya dan ternyata dapat menghasilkan aliran listrik. Setelah diuji mereka menemukan bahwa kulit jeruk bermanfaat untuk mengaliri listrik dan menggunakan baterai bekas yang sudah tidak terpakai sebagai wadah atau media penyimpanan. Limbah yang digunakan adalah kulit jeruk,kulit durian, dan kulit pisang.

Limbah kulit jeruk berperan sebagai bahan elektrolit yang berfungsi sebagai katoda  (kutub positif) yang menggantikan fungsi bentuk bata karbon dalam baterai. Semakin segar limbah yang digunakan, maka semakin tinggi tegangan listriknya. Bahan limbah kulit jeruk mengandung asam sebagai pengganti karbon dihasilkan dari gaya tarik menarik. Limbah ini dapat menghasilkan tegangan 1 volt dimana tegangan yang dihasilkan adalah 1.7 volt untuk campuran kulit buah dan 2.25 volt dari kulit durian. Alat ini tetap menggunakan baterai bekas sebagai salah satu bahan penunjang.

Inovasi ini menjadi salah satu acara dalam perayaan Dies Natalis ke-65 STIKes Santo Borromeus. Yang menarik adalah salah satu dari sekian banyak pertanyaan diajukan oleh Jonathan, salah satu anak dosen Stikes Santo Borromeus yang merupakan siswa kelas 4 SD. Pertanyaan tersebut menyangkut daya yang dapat dihasilkan oleh alat tersebut. Pertanyaan itu tentu saja dijawab dengan yakin bahwa inovasi ini dapat mengisi baterai handphone sampai penuh walaupun siswa anak SMAN 1 Cipendeuy ini tidak secara detail mengungkapkan kapasitas baterai yang dimaksud.

Salah satu kelebihan alat ini adalah dapat digunakan ketika camping dan tidak ada colokan listrik. Alat ini dapat bertahan selama satu setengah jam, dapat digunakan pada keadaan darurat seperti pemadaman listrik bergilir dan dapat digunakan untuk mengisi daya dua baterai handphone. Moderator yang mendampingi acara ini adalah Bpk.Ferdinan Sihombing juga turut andil berpartisipasi mendemokan alat pengganti baterai tersebut dengan handphone pribadinya. Waktu demonstrasi yang dilakukan cukup singkat sehingga belum sempat terjadi penambahan persentase baterai.

Terlihat jelas antusias penonton dalam mengamati presentasi inovasi ini karena inovasi ini kreatif dan juga turut mengurangi limbah dan memelihara lingkungan hidup.

Bravo! Salam karya anak Indonesia! -RK